ARTIKEL,  KETUA I,  PROGRAM KERJA

PROGRESIF #1 (Proaktif terhadap Stigma dan Isu secara Interaktif)

Tema Kajian : “ORGANISASI ITU PENTING” Paradigma yang Mulai Usang

Pemateri: Kanda Hammam Fauzan Hawari Rais C’19

Senin, 11 Desember 2023

Organisasi dalam pengertiannya menurut KBBI adalah suatu kesatuan atau susunan yang terdiri atas orang-orang dalam perkumpulan untuk mencapai tujuan bersama, berbicara mengenai organisasi terdapat puluhan atau mungkin lebih pendapat yang merumusakan terkait definisinya, organisasi tidak selamanya terkait perkumpulan yang melibatkan orang banyak, suatu perkumpulan yang melibatkan dua orang atau lebih yang memiliki tujuan bersama juga dapat dikatakan sebagai oragnisasi, definisi organisasi sendiri seringkali di sesuaikan dengan kepentingan dan tujuan penelitian serta bergantung pada konteks dan perspektif keilmuan dari seseorang yang merumuskannya. Jika kita mengerucutkan pandangan terkait organisasi pada skala organisasi kemahasiswaan (Ormawa). Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 155/u/1998 (Kepmendikbud 155/1998) tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi pasal 1 (1) bahwa organisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi adalah wahana dan sarana pengembangan diri ke arah perluasan wawasan dan pengingkatan kecendikiawanan serta integritas kepribadian. Namun yang selanjutnya menjadi pertanyaan:

Apakah “Organisasi Itu Penting” di kehidupan mahasiswa?

Sebagai seorang mahasiswa bergabung dalam organisasi sangatlah penting, banyak hal yang dapat diperoleh dari organisasi yang tidak di dapatkan di bangku perkuliahan. Organisasi menawarkan wadah untuk berekspersi, bereksplorasi hingga mengembangkan diri. Organisasi mengajarkan kita tentang mengemukakan pendapat, mendengarkan pendapat, berfikit kritis, memimpin, dipimpin, manajemen waktu, bertanggung jawab dan lain sebagainya. Namun yang menjadi pertanyaan selanjutanya mengapa rasanya paradigma bahwa “Organisasi Itu Penting” terasa sangat usang dikalangan mahasiswa zaman sekarang? 

          Berbicara terkait organisasi, Organisasi terdekat yang akan ditemui pada lingkungan kampus adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan, untuk Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Hasanuddin kita berbicara terkait Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin atau yang dikenal dengan HMS FT-UH, kian bertambahnya masa kian pula terasa penurunan minat mahasiswa untuk berhimpunan, tuntutan akademik yang kian meningkat dari tahun ketahun menjadi faktor utama menurunnya minat mahasiswa untuk berhimpunan, jadwal kuliah yang padat, tugas, praktikum, jadwal asistensi, ujian hingga evaluasi 4 semester membuat mahasiswa zaman sekarang berfikir bahwa berhimpunan hanya akan menambah dari daftar beban yang perlu untuk dipikul, namun jika ditinjau lebih dalam, eksistensi himpunan tidak hanya meredup dikalangan mahasiswa saja, pakta integritas yang dikeluarkan oleh pihak Fakultas teknik universitas hasanuddin cukup menjadi bukti konkrit ormawa tidak lagi dipandang penting, sehingga dari sini munculah pemikiran masih relevankah organisasi kemahasiswaan di zaman sekarang?

          Organisasi kemahasiswaan yang ada sampai hari ini tentu ada berlandaskan dasar hukum dan kaidah yang jelas dimana hal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 155/u/1998 (Kepmendikbud 155/1998) tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi pasal 1 (1) bahwa organisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi adalah wahana dan sarana pengembangan diri ke arah perluasan wawasan dan pengingkatan kecendikiawanan serta integritas kepribadian. Dilanjutkan pasal 1(5) bahwa bentuk kegiatannya meliputi penalaran dan keilmuan, minat dan kegemaran, upaya perbaikan kesejahtraan mahasiswa dan bakti sosial untuk masyarakat dilanjutkan dengan fungsi ormawa di pasal 5 cukup untuk menjadi alasan organisasi kemahasiswaan masih penting dan sangat relevan namun apa yang membuatnya terasa tidak relevan?

         Fokus grup discussion (fgd) yang dilakukan oleh departemen penelitian dan pengembangan Pada saat pelaksanaan kegiatan bermuara pada kesimpulan dimana sebenarnya Organisasi Kemahasiswaan masih relevan yang tidak relevan adalah sistem atau metode berakar akar yang diturunkan dan menjadi budaya dalam organisasi kemahasiswaan saat ini, ditambah lagi faktor dimana pada zaman sekarang cenderung lebih banyak orang yang individualistik atau lebih senang mengurus dirinya sendiri dibanding untuk berhimpun/berorganisasi.

            Menurut kak Hammam Fauzan Hawari Rais jika dianalogikan, HMS bagikan sebuah muara yang  menampung air dari berbagi sungai sebelum keluar ke laut, HMS menampung mahasiswa dari berbagai daerah yang kemudian dibentuk dan dibina menjadi mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, profesional, memiliki wawasan kecendikiawanan dan integritas kepribadian yang kemudian siap untuk menghadapi dunia luar. Di HMS FT-UH kita akan dipertemukan berbagai orang dengan latar belakang pemikiran dan karakter yang berbeda-beda, konflik dan perbedaan pendapat merupakah hal yang pasti akan terjadi, tak jarang mungkin kita akan dihadapkan pada sesuatu yang tidak kita sukai

Namun jangan pernah hal tersebut membuat kita untuk berbalik arah meninggalkan lembaga yang telah 60 tahun ini berdiri karena seyogyanya kesalahan akan selalu pada tangan orang-orang yang ada didalamnya bukan dari lembaga itu sendiri. Ketika kita memutuskan tekat untuk berorganisasi dalam hal ini ber-HMS dalam prosesnya tak jarang sesuatu hal berjalan tidak selalu pada sisi yang kita inginkan, Keikhlasan dan loyalitas terhadap lembaga meruapakan kunci utama untuk mengubah dan bertahan, mengutip hal yang sering digaungkan oleh senior ”Jangan biarkan HMS mati di tanganmu” jangan lari dan menjadi seorang pecundang hanya karena merasa kalah, Masuki HMS, ubah hal yang kalian tidak sukai, ukir nama kalian di HMS, jadilah pemenang, dan tinggalkan HMS dengan rasa bangga.

Komentar Dinonaktifkan pada PROGRESIF #1 (Proaktif terhadap Stigma dan Isu secara Interaktif)