JOB DESC,  KETUA II

KAJIAN KEAGAMAAN – (KAJIAN MUSLIM #5)

Kajian ini mengangkat judul “Ajakan Kebaikan: Fondasi Kecil yang Membawa Perubahan Nyata” dengan penekanan pada peran pemuda sebagai agen perubahan. Setiap manusia pada dasarnya memiliki keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, bermanfaat bagi orang lain, meraih kesuksesan, serta hidup dengan kebahagiaan. Namun perubahan positif tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan membutuhkan kesadaran dan tindakan nyata yang dimulai dari hal-hal kecil, salah satunya melalui ajakan kepada kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Islam, ajakan kepada kebaikan merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang dikenal dengan konsep amar ma’ruf nahi mungkar. Hal ini ditegaskan dalam QS. Ali Imran ayat 104 yang menyebutkan bahwa orang-orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar adalah orang-orang yang beruntung. Seorang Muslim tidak hanya diperintahkan untuk menjadi baik bagi dirinya sendiri, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan spiritual untuk mengajak orang lain menuju kebaikan.

Namun dalam praktiknya, banyak orang memilih diam dan enggan mengajak kebaikan. Hal ini sering disebabkan oleh perasaan bahwa diri sendiri belum cukup baik, takut dicap sok alim, atau merasa harus menunggu sampai benar-benar siap dan sempurna. Sikap menunda inilah yang akhirnya membuat kebaikan berhenti sebatas niat, tanpa pernah diwujudkan dalam tindakan nyata.

Islam mengajarkan prinsip “Aslih nafsaka wad’u ghairaka” yang berarti perbaikilah dirimu sendiri dan ajaklah orang lain. Prinsip ini menegaskan bahwa mengajak kebaikan tidak harus menunggu diri menjadi sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Mengajak kebaikan bukanlah bentuk kemunafikan selama seseorang tetap berusaha memperbaiki dirinya. Justru saling mengingatkan adalah wujud kasih sayang, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama, bukan karena merasa diri lebih baik.

Ajakan kebaikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengajak sholat, menghadiri kajian, atau menjenguk teman yang sedang sakit. Dari ajakan sederhana tersebut, seseorang justru terdorong untuk ikut menjaga dan mengamalkan kebaikan itu dalam dirinya. Proses mengajak kebaikan di tengah perjalanan memperbaiki diri akan membantu menjaga konsistensi iman dan amal seseorang.

Ajakan kepada kebaikan tidak hanya berdampak pada orang yang diajak, tetapi juga memberikan pengaruh besar bagi diri sendiri. Ajakan kebaikan dapat menguatkan keimanan, menambah amal kebaikan, serta membuka pintu keberkahan dan amal jariyah. Satu kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas sering kali akan mengundang kebaikan-kebaikan lainnya, sehingga tercipta perubahan positif yang berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan kisah para pemuda beriman dalam QS. Al-Kahfi ayat 13, di mana Allah menceritakan bahwa mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, lalu Allah menambahkan petunjuk kepada mereka. Kisah ini memberikan pelajaran bahwa pemuda yang memiliki keimanan kuat dan berani mengambil sikap, meskipun berada dalam tekanan dan tantangan yang berat, akan senantiasa mendapatkan pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT.

Meskipun demikian, mengajak kebaikan tidak selalu menjamin bahwa orang lain akan langsung mengamalkannya. Namun hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mengajak. Hidayah sepenuhnya merupakan hak Allah SWT, sedangkan tugas manusia hanyalah berikhtiar dan menyampaikan. Allah menilai niat, usaha, dan proses yang dilakukan, bukan semata-mata hasil akhirnya.

Sebagai kesimpulan, ajakan kebaikan tidak menuntut kesempurnaan diri. Setiap Muslim tetap diperintahkan untuk mengajak kebaikan meskipun masih berada dalam proses memperbaiki diri. Justru melalui ajakan kebaikan, iman dan kualitas diri akan semakin terjaga dan menguat. Oleh karena itu, setiap individu dianjurkan untuk mulai melakukan satu ajakan kebaikan hari ini, karena dari ajakan sederhana inilah akan terbentuk pribadi Muslim yang mampu membawa perubahan nyata bagi dirinya, lingkungan, dan masyarakat secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *