JOB DESC,  KELOMPOK KHUSUS

BINCANG LITERASI #2 : Budayakan Literasi, Majukan Generasi

Bincang Literasi merupakan salah satu jobdesk dari kelompok Khusus Perpustakaan yang bertujuan untuk meningkatkan minat literasi anggota HMS FT-UH. Kegiatan Bincang Literasi ini dilaksanakan dengan mengangkat tema “BUDAYAKAN LITERASI MAJUKAN GENERASI”. Yang dibawakan oleh Bagus WS founder dari Pondok Baca dan seorang penulis buku. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui via Zoom.

Siapa yang tidak mengenal kata literasi? Kata –kata yang selalu digambarkan suatu proses kegiatan membaca dan menulis, tapi sudahkah kita menerapkan budaya literasi? Istilah literasi dalam bahasa inggris yaitu literacy berasal dari bahasa latin literature yang berarti “a learned person ” atau orang yang belajar. Sedangkan literasi menurut KBBI adalah kemampuan menulis dan membaca, UNESCO juga menambahkan makna literasi merupakan kemampuan untuk mengindentifikasi, memahami, mengartikan, menciptakan, mengkomunikasi dan menghitung menggunakan materi cetak dan tertulis dengan berbagai konteks  jadi dapat disimpulkan bahwa literasi merupakan seperangkat alat yang didalamnya terdapat potensi yang dimilki oleh manusia untuk dapat memecah berbagai persoalan  dan membawa kita membuka cakrawala dunia. Jika direfleksikan dengan bijak berdasarkan hasil pengamatan, akhir-akhir ini situasi sosial dan kultural masyarakat semakin hari semakin mengkhawatirkan. Hancurnya nilai-nilai pendidikan karakter, merebaknya ketidakadilan, menjamurnya kasus korupsi yang terjadi dimana-mana, dan berbagai kasus lainnya. Indeks pembangunan manusia Indonesia saat ini berada pada peringkat 113 dari 188 negara. Ruang-ruang perpustakaan kampus yang sering kali sepi menjadi bukti bahwa mahasiswa belum menjadikan buku sebagai bagian penting dalam hidupnya. Sekalipun ramai dikunjungi, kegiatan yang dilakukan tak jauh dari bermain sosial media, nyari internet gratis, atau sekedar ngobrol biasa. Koleksi buku maupun jurnal yang minim dan tidak up to date bisa jadi faktor utama yang membuat mahasiswa enggan datang ke perpustakaan.

 

Sumber daya manusia ini sangat potensial untuk membangun bangsa, potensi yang dimaksud adalah bahwa generasi muda merupakan Agent of change (agen perubahan) sehingga kunci keberhasilan literasi sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia tapi dengan  kemajuan teknologi yang semakin canggih memunculkan kekhawatiran tersendiri khususnya di Indonesia, tingkat literasi yang rendah adalah hal yang terpenting yang harus dihadapi dan menjadi tantangan untuk meningkatan budaya literasi khususnya pemuda karena kurangnya kesadaran generasi muda akan pentingnya literasi dan belum ada rasa cinta yang tertanam dalam kegiatan menulis dan membaca. Persaingan dunia yang kompetitif ini membuat generasi Indonesia harus membekali dirinya dengan keterampilan dan kompetensi pengetahuan yang banyak dari berbagai aspek kehidupan serta kemapuan berkomunikasi yang baik. Tingkat literasi yang tinggi akan menciptakan generasi muda yang cerdas memiliki daya pikir kritis yang lebih kreatif dan inovatif. Kecerdasan dapat berkembang apabila literasi telah terintegrasi dalam setiap detik waktu hidup mereka. Sementara jika kultur literasi masih “jalan di tempat”, maka mimpi menjadi agent of change hanya sekedar utopis belaka. Harapan akan adanya perubahan dan terjaganya peradaban bangsa mustahil dapat terwujud. Aneka potret kehidupan literasi kampus baiknya dijadikan sebagai bahan refleksi untuk memotivasi diri. Kesadaran akan pentingnya literasi perlu dibangun mulai saat ini untuk mewujudkan ragam mimpi. Perubahan persepsi ini menjadi titik awal untuk menjelajahi ilmu setiap waktu. Pada akhirnya, mahasiswa mampu mendapatkan kebebasan serta kekuatan berpikir demi sebuah kebenaran yang hakiki.

Komentar Dinonaktifkan pada BINCANG LITERASI #2 : Budayakan Literasi, Majukan Generasi