Organisasi Mahasiswa : Esensi atau Eksistensi

Kanda Andi Riyad Absehar (Ketua 1 BE HMS FT-UH Periode 2020/2021)

Dari materi yang diangkat pada Adaptif 2 kali ini, dapat di ketahui bahwa masih banyak anggota HMS yang belum mengetahui sebenarnya dari apa esensi dan apa eksistensi itu sebenarnya, tidak banyak pula dari anggota HMS yang belum mengetahui bahwa apa perbdeaan serta bagaimana menjalankan esensi dan eksistensi dai berorganisais itu sendiri.

Dalam ruang lingkup organisasi internal kampus kerap kali mahasiswa menginginkan dan berbondong-bondong untuk ikut serta dalam organisasi dengan motivasi individu yang berbeda-beda. Namun, belum memahami esensi berorganisasi itu sendiri. Sehingga sering timbul isu bahwa, pada zaman sekarang organisasi internal kampus hanya sebagai simbol karena lebih mengutamakan eksistensi daripada esensi.  Ketika organisasi dihuni oleh orang-orang yang belum paham dan hanya mengutamakan eksistensi, maka akan terjadi disfungsi. Akibatnya organisasi internal hanya ajang perlombaan eksistensi dengan memperbanyak program-program eventual yang belum tentu ada esensinya. Padahal seharusnya esensi dan eksistensi merupakan dua hal yang harus dipenuhi agar suatu organisasi betul-betul dapat memberikan kontribusi nyata lewat program-program kerja yang telah direncanakan

Apa yang dimaksud dari Esensi dan Eksistensi ?

Esensi merupakan hakikat, inti, hal yang pokok atau ilmu yang mempelajari keberadaan sesuatu. Sedangkan eksistensi merupakan keberadaan atau segala sesuatu yang mempelajari tentang ada atau tidaknya sesuatu. Seperti yang kita ketahui sebelumya bahwa mahasiswa tidak jauh dari kata “Organisasi”.

Bagaimana menjalankan atau mengetahui dari Esensi Organisais ?

Dalam organisasi itu sendiri terdapat budaya organisasi dimana ini merupakan suatu cara untuk memahami esensi berorganisasi. Visi dan misi pun adalah bagian tak terpisahkan dari budaya organisasi. Anggota organisasi yang tak tahu visi dan misi organisasi adalah anggota yang tak memahami esensi berorganisasi. Selain itu, cara bekerja, sikap menghargai dan menciptakan kenyamanan dalam berorganisasi adalah bagian strategi yang terdapat dalam budaya organisasi. Budaya organisasi akhirnya dikenal sebagai poin dasar yang harus diketahui agar dapat memahami esensi berorganisasi. Di sisi lain, ketika berbicara tentang esensi berorganisasi maka kita sedang membahas perihal komitmen dan konsistensi dalam berorganisasi. Banyak orang-orang besar yang kemudian tak dihargai organisasi karena tak ada komitmen dan konsistensi dalam menjalankan organisasi. Tanpa disadari, mereka secara otomatis hilang dalam organisasi. Komitmen adalah bagian penting yang menunjukkan keseriusan seseorang untuk membangun dan memajukan organisasi. Dinamika organisasi adalah hal biasa yang akan membentuk kita menjadi pribadi yang dewasa dan bijak dalam mengalami segala kemungkinan yang terjadi. Jadi dalam memahami esensi berorganisasi, hal penting yang harus kita pahami adalah memahami budaya organisasi, memelihara komitmen dan konsistensi, mengelola masalah, memperjuangkan program kerja dan menyiapkan kader estafet organisasi yang siap serta berkompeten. Selain dari esensi perlu juga dari kita untuk mengetahui bahwa eksistensi juga penting dalam berorganisais namun dari sini diketahui bahwa eksistensi dari Organisasi kita sekarang ini hanya perlu untuk tetap dipertahankan dan cara untuk tetap mempertahankan eksistensi dari orgnisasi ini adalah kita terlebih dahulu mengetahui esensi dari berorganisasi itu sendiri, tidak memikirkan ego pribadi untuk menaikkkan eksistnsi sendiri dari organisasi yang sudah memiliki eksisensi itu. Menurut kanda Andi Riyad Absehar “ Bukan persoalan dari yang mana terlebih dahulu, yang mana lebih bagus dari 2 hal tersebut yang perlu diketahui atau  bukan juga dari yang mana hakikat yang lebih baik tapi lebih ke pemahaman bagaimana tanggung jawab kita sebgai orgnisasi kader “

Categories:

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *